25 oktober 2016


25 oktober 2016
Pagi hari pergi ke pasar natar untuk membeli sebuah kasur bayi, setelah itu saya kembali kebranti karna bingung klo dibawa kuliah mau ditaro kema. Setelah menaru itu saya pergi menuju kampus untuk mid.
Sedikit lupa dan saya coba mengingat aktifitas saya pada saat itu, dimana jelasnya setelah unjian mid cloud computing yg sedikit keras, dimana saya merasa sudah bias dan mampu ternyata ada sedikit kendala didalamnya. Untung ada deni yang sedikit memberikan masukan untuk saya mengingat comen line linux yang saya butuhkan. Dengan kondisi menggunakan notebook Lenovo yang lumayan lama untuk proses installasi debian dilinux saya menggunakan itu karna takut dilaptop acer ada data penting skripsi yang biasanya oleh pak arnez dihapuskan bila melaksanakan mid itu.
Lanjut kechar sang pacar yang menanyakan terus “jadikan kerumahku yang?” dikarnakan imah mbak iparnya telah melahirkan seorang perumpuan yang diberi nama fadilah nayla putrid, selesai mid saya pulang kebranti untuk mengambil kasur bayi yang telah saya beli tadi pagi dan lanjut jalan kekota  bumi, sesampainya disana telah ramai ibu2 dirumah saya dipanggil istri mas petong msuk kerumahnya saja karna kondisi dirumah sedang ramai.
Saya pun masuk dan bertumu mas petong, bpk nia, bpk imah dan sedikit berbincang kecil. Dan tak lama kopi dihidangkan, lanjut obrolan dan tak banyak juga diam sampai tiba waktu magrib dan mas no mengajak untuk mandi ditetangga sebelah, namun bpk imah pun mengajak untuk shalat magrib saya memilih untuk shalat dulu dan seletah shalat saya mandinya mas, ucap saya kepada mas no.
                Setelah selesai dri musola terdekat saya mandi dan ternyata akikahnya mlm itu saya pun belum tau sebelumnya, setelah akikah selesai banyak masyarakat sekitar yg datang kembali untuk melaksanakan melekan kalo bahasa disitunya, ada yang main karambol dengan kartu, ada yg main catur dan ada juga yang main remi saya dan rio menonton tv. Mlm pun semakin larut para warga pulang kerumah masing2 dan saya pun tdr didepan dengan rio dan mas no.

Komentar