2 maret 2018


Pukul 9.13 malam, duduk santai didapur rumah bpk warso. Sekarang sudah deal jadi seorang bpk dan alhamdulilah kami telah dititipkan allah seorang anak laki2 yang diberi nama Aldrin Makhali Rahman yang mana ia lahir bulan febuari kemarin tgl 16 hari jum`at sekitar pukul 9:30. Kebimbangan pun hadir saat ini dimana apabila menetap dan bergabung satu atap dengan mertu memiliki plus minus dibandingkan dengan ngontrak sendiri. Dimana dalam waktu dekat ini harus ada kesimpulan yang pasti tentang ini.
Posisi saat ini bekerja sebagai penjaga toko komputer (teknisi), yang mana telah terikat janji sampai dengan 2019 awal yang mana bila resign dari sini memiliki janji untuk mencarikan laki2 pengganti. Kemarin sudah menyampaikan untuk tinggal ditoko sementara waktu tapi mungkin sedikit terkendala dengan pemilik kontrakan pak bagio yang mana memiliki sifat yang rada gimana gitu. Menantikan kepastian diatas sembari menunggu waktu selapan (40 hari) mungkin itu adat jawanya dan mencapai kebimbangan juga untuk menjaga dan bertahan sapai hari H nya tiba untuk get out.
Mungkin 27-28 bulan maret baru bisa keluar dari zone ini. Bila tidak bisa tinggal diruko kemungkinan lanjut tempat mertua / tmpt my parent / branti,natar, ataupun karang / ke jkt / luar negri. Banyak hal yang didapat ketika tinggal ditempat mertua ; mengenal lingkungan keluarga yang bisa dibilang jarang sekali rebut apabila dibandikan keluargaku, memiliki persamaan seperti nenek dan abahkig dimana saling pisah ranjang bila tmpt mertua sang ibu tidur dengan cucu nya anak dari yulianti (tumiseh) karna si cucu belum berani tdr sendiri. Bila tmpt abah ada tiara adk ku tapi sebelum ada tiarapun merepun sudah pisah.
Tapi waktuku tinggal dirumah abah nenek dan abah tidur bareng. Masih tentang kehidupan tentang tinggal tmpt mertua dimana sang ibu bisa dibilang bawel, dan akan selalu bicara sekalipun itu tdk penting dan kadang memang perkataannya ada benarnya. Kebiasaanya itu kadang membuatku jengkel dan malas menjawab pertanyaanya karna sering sekali melontarkan pertanyaan yang sama berulang2. Satu lagi konsep si ibu yang sangat senang berhutang yang mana hal itu tidak bisa disalahkan ini hanya pendapatku yang mana apabila manajemen baik kemungkinan kehidupan saat ini akan terlihat lebih baik.
Sekilas bila seseorang melihat kondisi tempat tinggal ini maka akan seperti orang susah, namun sikap dan tingkahnya yang selalu meng`ada adakan dan menyamai dengan tetangga. Karna takut jadi omongan bila tidak xxx kadang heran pun datang dengan sikap itu, padahal bila bisa berhemat dan mengkondisikan sesuatu maka hasilnya insyaallah akan baik. Dua kalimat dari bapakku yang mana “seorang kepala keluarga harus bisa mengaliri air (uang) seadanya ke setiap bagian(kebutuhan) yang ada dengan merata” dan satu lagi “Lebih baik makan ikan asin sebulan dari pada makan dengan ayam satu hari” ß itu hanya perumpamaan.
Yang mana kita harus jeli mana kebutuhan dan mana keiinginan, namun kelit dan berkelitnya itu loh atau bisa dibilang ngeles soal a dan b. entah bagaimana pola yang baik untuk mengajarkan yang menurutku baik ini agar bisa diterapkan. Sekarng bahas kebaikan dimana saat tinggal disini bisa hemat malah bisa dibilang hemat bingit, yang mana teori yang baik menurutku diatas dan setelah berkaca aku sendiri belum bisa mengendalikannya dengan baik. Yang mana sisi burukku sangat berat sekali untuk mengeluarkan yang namanya uang.
Entah ada berapa lama akupun tinggal disini dan hanya sedikit yang bisa kubantu, yang mana sisi baik ibu adalah memasakan yang kuinginkan, sering membelikan makanan kesukaan walau itu balik lagi keatas kadang dari belanjaan hutang L. Belum bisa terkondisi dengan baik sekalipun my wife telah ku ajarkan dan sampai tulisan ini ku buat aku masih mengikuti alur yang ada. Ketika datang keadaan sulit aku terpaksa berbohong berkata tidak memiliki penghasilan padahal itu ku tabung untuk berjaga2 persiapan persalinan sang buah hati.
Pelit, irit, medit akhiran it itu kadang membuat ku bingung untuk realisasikannya tapi alhamdulilah masih dalam lindungan allah dan risky yang sering disebut uang msih ada dan kesehatan masih diberikan oleh sang maha kuasa. Tugas seorang kepala keluarga sangatlah penting yang mana kisah ini warso (petani) dimana sawah yang digarap adalah milik orang lain dimana sistem yang ada adalah bagi hasil jadi ibu kehidupan sehari2 mengandalkan kiriman dari tumiseh dan berhutang itu. Entah berapa umur warso skrng tapi intinya saat ini sudah tidak produktif lagi dibalik kisah itu terselip mas petong yang memiliki mental spekulasi yang tinggi.
Lanjut mas petong(kasun) anak ke dua ibu, petani semangka dengan modal hutang yang mana hutang untuk tani ini tidak sedikit kata2 nya sih 100`an jt. Skrng kondisi luntang-lantung katanya hutangnya banyak tapi ayem2 aja klo diliat sih. Entah itu sawah milik pribadi atau gimana tpi intinya tidak keurus akibat kejadian diatas katanya rumputnya lebih tinggi dari padinya. Sedikit yang kutau ia jual beli barng2 khodam atau memiliki kelebihan seperti pring petuk dll. Dan tingkahnya itu kurangnnya komunikasi dengan lingkungan sekitar, mungkin dia malu atau entahlah hingga banyak diam dirumah.
Kalaupun keluar rumah pasti jauh dan kalo ngasih keterangan meragukan, rasa kesal muncul ketika sering meminjam motor untuk keperluannya, kadang pikiran positif datang dulu2 pernah minjem motor dia oke fine imbang. Kalimat yang ku suka “Jangan ganggu kalo gak bisa bantu” yaps itu rasa yang ada berkaitan lagi sibuk2nya ada acara ada saja caranya untuk memanfaatkan kesempatan untuk mengganggu fikiran dan logika yang mana kadang jadi sebuah su`uzon karna tak sesuai nalar.
Sisi positifnya banyak memberikan referensi baik bagaimana yang harus aku lakukan, menjawab kebimbangan berkaitan lingkungan dan berperan aktif menyumbangkan tenaga serta perhatian yang baik untuk kelangsungan saat ini, Alhamdulilah. Lanjut ke-3 mas martono(nono) yang mana belum memiliki pekerjaan tetap dan pengeluaran harian harus tetap ada demi keberlangsungan hidup, Kalem santai serta polos. Mengapa berhutang dikeluarga kecil ini? Alhamdulilahnya kami bisa meminjamkan serta tetangga yang terlihat mapan rumahnya mengapa kadang kesini dan ibu jga sering memberikan hutangan. Bude mi, mbak isah jalurnya sih msih keluarga katanya.
Next mas nono pekerja keras namun pemikiran mungkin tidak bekerja sekeras ototnya. Ya kadang kalo main hitungan sih msih menang mas nono apabila dia dapat kerja borongan dan lagi full job. Tapi klo lagi sepi ya 0,00. Lanjut kea ne yang mana ane beraniin nikah karna punya modal beh gayane iki bocah J, kira2 25jt deposito 20jt dari tabungan 5jt. Malah ngelantur bahas long story next focus now at job. Dari tok0 bulan lalu gaji 650+- dimana 150 bensin, bulan ini 720rb`an. Dan sumber utama msih dri admob bulan ini kisaran 1,8jt. Entahlah bisa sampai kapan admob ini bisa bertahan allahualam (hanya allah yang tau).
Dari kisah 3 kepala keluarga diatas aku termotivasi untuk lebih baik lagi dan semangat dalam bekerja. 2 diantaranya harus cari pekerjaan yang memiliki penghasilan cukup untk keluarga. Dan dari warso yang mana harus ada asset untuk masa tua yang mana bila tenaga sudah tidak memungkin lagi menghasilkan setidaknya membimbing anak untuk backup salah satu cara adapun kisah warso anak malah merusak asset tapi katanya juga istri juga ikut didalamnya. Setidaknya dari kisah yang ada harus ada asset yang mana harus terjaga dan diberitahukan kepada orang yang terpercaya.
10:44 end.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

25 oktober 2016